mimpi itu terbesit ketika mereka yang mempermainkan membuat dia bangkit. dia ingin membuat orang yang bersamanya bisa merasakan kebahagiaan yang mereka (yang mempermainkan) sia2kan dari dirinya..
dan suatu hari tekadnya ingin dia wujudkan kepada orang yang dia sukai.. membuat orang itu (Faga) bahagia selamanya dan membuat orang-orang yang sudah mempermainkannya menyesal akan perilaku mereka terhadapnya di masa lalu..
dia mencoba untuk menumbuhkan setiap kebahagiaan di hari-hari Faga. itu selalu ia coba, meskipun ada hal-hal yang terkadang di luar kendalinya dan bisa membuat Faga tersedih. tapi, Faga bukanlah orang yang pandai dalam mengungkapkan apa yang Faga rasakan saat itu kepadanya. Faga biasanya hanya terdiam dan berpikir dalam lamunan setiap masalah Faga. meskipun ternyata tanpa sadar, Faga juga membuatnya tersedih dan khawatir terhadapnya. Dia ikut merasa sedih dan khawatir, karena kebiasaan Faga yang tak pernah berbagi cerita saat Faga memiliki masalah. dengan berdiam diri, menurutnya hanya akan membuat segala pikiran Faga tak terpecahkan dan menjadi beban untuknya.
sebenarnya itulah warna hitam yang sering menghiasi hubungannya dengan Faga. tau atau tidak, Faga tanpa sengaja juga membuatnya meneteskan air mata. Dia terkadang menangis, saat melamunkan Faga dengan harapan warna hitam yang membuat gelap goresan indah hari-hari mereka terhapus.. tapi di saat dia meneteskan air mata, warna hitam yang terlalu pekat dan tebal tak mudah d hilangkan. Dengan sebisa kemampuannya, dia membuat warna hitam yang gelap itu menjadi goresan kelam yang dapat terukir dan tertutup oleh warna-warni yang ia ukir . karena mimpinya belum berakhir sampai di sini.
*ini hanya sekedar cerita, bahwa memberikan kebahagiaan bagi orang lain adalah mimpi indah ;)*
- 21.30 ; 23 April 2013